|

Tak semua nasehat harus diikuti. Banjir saran dari ‘orang yang lebih berpengalaman kerap membuat mama baru merasa terombang-ambing. Koemntar seperti, “Kalau bayi menangis tak perlu diangakt, nanti jadi kebiasaan,” bisa menjauhkan Anda dengan bayi. Tak perlu ragu mengikuti kata hati Anda –bayi mungil Anda sangat haus kasih saying, belaian dan sentuhan. Untuk itu, berikut ini tipsanda mengupas tuntas 20 nasihat terbaik untuk mama baru:

1. ASI Tetap Yang Terbaik. Menyusui memang sebuah prose salami. Tapi prakteknya ternyata tidaklah semudah gambaran di buku-buku. Yang penting jangan biarkan kesulitan di hari-hari pertama membuat Anda merasa gagal untuk menyusui. Coba dan cobalah lagi sampai berhasil. Ingat, kesuksesan memberi ASI ekslusif sangat tergantung pada keteguhan hati mama.

2. Mal Bukan Tempat Yang Sehat Untuk Bayi. Setelah lewat masa 40 hari, mugkin Anda sudah tak sabar ingin keluar rumah। Berhari-hari terkungkung dinding kamar, bayangan untuk ‘kembali ke kehidupan normal’ sangat menggoda. Tapi ingat, mal dan tempat-tempat umum lainnya adalah sarang empuk kuman. Kalau Anda memang sudah sangat jenuh, pergilah bersama si bayi ke rumah sahabat atau orang tua.

Selalu Siap Untuk Saat Darurat. Saat bepergian dengan bayi, selipkan satu potong baju ganti untuk And sendiri di dalam tas bawaan. Ini akan sanga berguna sat si kecil muntah-muntah dalam gendongan Anda.

4. Biarkan Kulit Bayi ‘Bernafas’. Selingi penggunaan diapers dengan popok kain. Dengan begini kulit halus si kecil bisa terhindari dari ancaman ruam popok maupaun penyakit lainnya di kemudian hari.

5. Feeding skills Perlu Dilatih. Mengenalkan makanan tambahan ada seninya. Jangan terlalu cepat, tapi jangan pula terlambat. Setelah masa ASI eksklusif selesai, latih kemampuan makan anak dengan telaten. Seiring waktu, tingkatkan terus kemampuan makanan dan jenis makanannya – kasihan, kan, jika menjelas usia 2 tahun, ia masih harus makan nasi tim.

6. Tak Ada Kata Terlalu Dini Untuk Buku. Kecintaan anak pada buku bisa ditanamkan sejak bayi, diawali dengan memberikannya cloth book –yang mungkin akan digigitnya dengan rasa gemas. Berapa pun usia si kecil, Anda bisa membacakan cerita baginya. Meski belum mengerti, ia akan sangat senang mendengar suara Anda!

7. Jangan Memasrahkan Segalanya pada Pengasuh. Show her who’s the boss, denga tidak bosan-bosan mengingatkan si mbak akan aturan main Anda dan apa yang Anda piker baik untuk si kecil. Tak jarang, pengasuh yang terlalu dipercaya pada akhirnya cenderung sulit menerima masukkan. Ini bisa member masalah baru untuk Anda.

8. Dengarkan Kata Hati/Insting Anda Sebagai Mama. Inilah yang harus Anda pegang teguh. Misalnya, suatu hari Anda menduga si kecil sedang tak enak badan. Meski menurut seisi rumah ia sehat-sehat saja, Anda tetap ngotot memonitor suhu badannya dan membujuknya supaya banyak minum dan istirahat. BIasanya, insting mama memang benar!

9. Sakit Tak Selalu Identik Dengan Obat. Bila anak sekedar batuk atu pilek, coba dulu memberinya lebih banyak makanan dan minuman bergizi, serta vitamin bila perlu. Bila Anda merasa ada yang janggal, sakitnya tak membaik atau mulai demam, baru berikan obat yang dijual bebas atau hubungi dokter.

10. Sesibuk Apapun Anda libatkan Diri Dalam Hidup Anda. Bila anak Anda sudah cukup besar, ajak ia ngobrol mengai apa yang dialaminya seharian. Terkadang dari sini Anda bisa mendapatkan informasi yang tak diduga-duga – baik emngenai keahlian baru yang dikuasainya- ataupun ‘kenakalan’ si mbak yang dilakukan saat Anda tidak di rumah!

11. Temukan Ritul Tidur Bagi Si Kecil. Hanya Anda yang tahu, ritual apa yang ampuh membuat anak pergi tidur tanpa huru-hara. Setahu terakhir ini mungkin Anda baru menemuan ritual yang pas untuk si kecil. Sederhana saja, misalnya membacakan doa lengkap dan menyenyikan lagu Nina Bobo –dengan syarat kan ‘Nina’ harus diganti dengan nama si kecil.

12. Kurangi Kata ‘Jangan’. Tak ada mama yang tak ingin melindungi anaknya. Tapi terlalu banyak kata ‘jangan’ justru akan membuatnya takut mencoba hal-hal baru. Lebih baik biarkan menjelajah, selama ini tak membahayakan. Bila Anda harus melarangnya, selalu berikan alasan yang jelas dan mudah dipahami.

13. Kendalikan Kemarahan Anda. Menjelang usia 2 Thun , biasanya si kecil yang tadinya manis mulai berulah. Itulah sebabnya masa-masa ini sisebut ‘terrible twos’. Meski kekesalan memuncak, jaga jangan sampai amarah meledak. Pergilah ke ruangan lain dan tenangkan diri, baru ajak ia bicara. Membentak atau menyentil telinganya hanya akan membuat anak semkin keras –dan membuat Anda menyesal.

14, Ajari Ia Nilai Uang. Begitu ia sudah cukup mengerti, jelaskan padanya bahwa semua butuh kerja keras. Saat ia merengek minta mainan, misalnya, berikan celengan dan biasakan ia menabung untuk membeli apa yang diinginkannya. Jelaskan pula bahwa orang dewasa mendapatkan uang dengan bekerja.

15. Tanamkan Rasa Peduli Lingkungan Sejak Dini. Baik itu kecintaan pada alam maupun kasih saying pada sesame, tumbuhkan nilai-nilai positif dalam dirinya sedini mungkin. Ajak anak menemani Anda menyiram tanaman atau menyentuni orang yang kurang beruntung. Ingat, anda adalah ‘sekola’ pertama anak!

16. Perhatikan Minatnya. Karena Anda seorang arsitek misalnya, bukan berarti anak harus menjadi arsitek pula. Luangkan waktu untuk mencermati minta si kecil. Sediakan sarana yang ia buthkan dan puaskan rasa ingin taunya. Kebanyakan balita senang lhi ditantang untuk melakukan hal-hal baru.

17. Berteman Membuatnya Senang. Berapa pun usia anak Anda, interaksi dengna sesame anak bisa membuatnya lebih ceria, sekaligus memberinya kesempatan untuk mengembangkan keahlian social. Jika ia belum sekolah, sering-seringlah pertemukan si kecil dengan sepupunya –atau anak-anak kecil di sekitar tempat tinggal Anda.

18. Kenalkan si Kecil pada Sekolah Sedini Mungkin. Sebagian menganggap bahwa memasukkan si kecil pad usia dini ke sekolah akan membuatnya jenuh, dan justru pada saat di harus sekolah dengan sebenarnya, motivasinya mejadi tidak ada. Padahal, sekolah plagroup hanyalah untuk mengenlkan anak pada lingkungan baru dan pergaulan. Anda bisa memilih jadwal masuk 3 kali seminggu atau seminggu full tapi hanya 2 jam sehari. Daripada hanya main di rumah dengan bibi pembantu, tentunya akan jauh lebih baik jika di sekolah main dengan ibu guru bukan?

19. Mama pun Perlu Teman. Teman tak hanya penting bagi si kecil. Tapi kesibukan mengurus keluarga bisa sangat menyita waktu, sehingga berkumpul dengan teman lama tak sempat lagi Anda lakukan. Minimal tetap pertahankan hubungan via telepon. Hubungan dengan sahabat bisa menyeimbangkan hidup –Anda pun akan lebih ceria.

20. Rawat Diri Sendiri. Mama yang terlalu lelah akan menjadi mama yang tidak menyenangkan. Manjakan diri sendiri dengan mengerjakan hobi Anda atau pergi luluran di sabtu pagi, misalnya. Jika Anda lebih rileks, begitu pula seisi rumah Anda.

Posted by Aneka Tips on 21.36. Filed under . You can follow this entry through the eDetik.

0 komentar for " "

Leave a reply

Daftar Isi :

Recently Added

Recently Commented