|

Memilih Dokter Anak

 
 

Sent to you by Indonipah via Google Reader:

 
 

via Baca Dulu Ah... by Bimasava on 12/4/09

Memilih dokter anak yang baik untuk anak kita memang bukan perkara mudah, beberapa hal harus dipertimbangkan terlebih dahulu seperti lokasi, rasa nyaman, kesigapan si dokter dalam menangani pasien, karena menurut banyak orang tua dokter anak itu merupakan hal yang "cocok-cocokan" , kalau sudah merasa cocok mau sepanjang apapun antriannya pasti di tunggui. Mau tahu lebih lengkapnya tentang tips memilih dokter anak, baca disini.

1. Pertimbangkan lokasi

Lokasi merupakan hal yang penting, karena sehebat apapun sang dokter tapi kalau tempatnya di "ujung dunia" ya percuma saja, pikirkan akses ke lokasi apakah mudah di jangkau, karena untuk bayi baru lahir akan menjalani kontrol yang rutin, imunisasi, belum lagi jika anak sakit mendadak, bayangkan bila harus menempuh waktu hingga berjam-jam dan melewati jalur kemacetan.

2. Memberikan rasa nyaman

Anak harus merasa nyaman bila bersama dokter, hal tersebut dapat di lihat dari apakah anak takut saat diajak ke dokter, menangis keras begitu masuk ruang praktik atau saat mendengar suara dokter. Sebaliknya anak merasa nyaman bila tersenyum saat bersama dokter, ruang praktik yang di set "ceria" , ada mainan dan boleh di pegang, dokter yang luwes serta suster atau asisten yang supel terhadap anak.

3. Komunikasi lancar

Komunikasi antara dokter dengan anda harus lancar, tidak saat di jam praktik saja tetapi di luar jam praktik pun komunikasi harus lancar, contohnya anda dapat menghubungi dokter melalui handphone nya atau melalui sms untuk menanyakan keraguan yang muncul tiba-tiba dan belum sempat anda tanyakan langsung. Mintalah nomer hp si dokter yang bisa di hubungi di luar jam praktik dan bila dokter mau menjawab walau hanya lewat sms, itu menandakan si dokter tidak pelit informasi dan cukup perhatian kepada pasiennya padahal anda sms pada hari libur.

4. Cepat, sigap, berani ambil keputusan terbaik

Seorang dokter dituntut untuk cepat, sigap, dan berani mengambil keputusan terbaik, apa yang dibutuhkan si pasien, dan penanganan seperti apa yang paling sesuai untuk pasiennya. Dokter yang lambat bisa berakibat fatal bagi si pasien.

5. Harus mendukung ASI

Dokter anak yang baik harus mendukung pemberian asi eksklusif. Kalau si dokter ternyata kurang antusias mengenai asi, anda patut curiga dan berfikir dua kali, kalau masalah asi saja dia tidak mendukung bagaimana yang lainnya.

6. Berwawasan luas

Pancing si dokter dengan isu yang sedang hangat berkembang di masyarakat tentang kesehatan, bila ia menerangkan dengan baik dan nyambung itu pertanda si dokter cukup berwawasan dan "up to date" tentunya. Jadi jangan sampai dokter anak anda ketinggalan jaman dan masih saja menggunakan metode lama yang sudah tidak efektif lagi.

7. Second opinion

Carilah second opinion bila anda merasa ragu, terkadang anda merasa ragu terhadap kata-katanya atau anda merasa tidak semestinya begitu, contohnya si dokter sedikit-sedikit selalu kasih obat antibiotik padahal tidak semua penyakit harus di beri antibiotik, maka sangat boleh untuk anda mencari pendapat kedua dari dokter lain agar anda lebih yakin.

8. Tanya kiri kanan

Jangan ragu tanya kiri kanan cari info tentang dokter terbaik di kota anda. Ada pendapat kalau antriannya sampai mengular naga berarti dokter tersebut cukup di akui bagus sebagai dokter anak, tapi semua tergantung kepada anda sebagai orang tua untuk menilai karena yang cocok untuk anak lain belum tentu cocok untuk anak kita.

Oke untuk para orang tua, pilihlah dokter anak yang paling baik untuk anak anda, semoga info tips dari saya berguna dan bila ada yang mau menambahkan silahkan isi di kolom komentar.

 
 

Things you can do from here:

 
 

Posted by Aneka Tips on 11.07. Filed under . You can follow this entry through the eDetik.

0 komentar for "Memilih Dokter Anak"

Leave a reply

Daftar Isi :

Recently Added

Recently Commented