Tips Mengenal Alasan Pria Ingin Tetap Single
Saya yakin, Anda pasti pernah penasaran saat melihat teman pria yang dari dulu Anda taksir masih betah hidup sendiri. Jangan asal tuduh si dia tidak laku, playboy atau bahkan gay. Bikin gemas memang, bila si dia seakan-akan tampak tak berniat mendekat, sementara Anda sibuk jungkir balik cari perhatiannya. Tak perlu tersinggung, kesalahan bukan pada diri Anda. Mungkin melajang memang pilihan si dia. Lagipula, bagi si dia, single berarti hidup merdeka. Berikut ini Tips mengenal alasan-alasan pria ingin tetap single:
1. Focusing On Career. Hidup lajang berarti bisa 100% fokus pada karir. Terdengar klise? Tidak juga. “Karir yang solid lebih mudah dicapai saat saya tak menjalin hubungan cinta,” aku Jono, 35 tahun. “Saya bebas menambah jam kerja kantor, lembur di akhir pekan, atau melakukan apa saja supaya sukses. Apalagi kebutuhan jenis pekerjaan saya memang menuntu banyak waktu. Tanpa pacar, saya tak perlu menguras energi lagu untuk menghadapi masalah cinta yang kerap timbul dalam hubungan serius.”
2. Searching For The One. Mencari wanita yang sempurna biasanya pria praktekan dengan rentetan kencan bersama beberapa kandidat yang memenuhi kriteria. Cap playboy seringkali mengiringi aksi pencariannya tersebut.“Bagi saya, memilih wanita yang terbaik adalah formula pribadi untuk mencegah saya masuk dalam statistik perceraian yang kian marak,” jelas Deck, 31 tahun. “Jadi saya rela mengorbankan waktu untuk ‘menyeleksi’ agar tak terjebak dalam pernikahan yang hanya didasarkan alasan dangkal, seperti faktor usia atau sekedar sedang trend.”
3. Wealth Plan. Menurut fakta yang ada, setiap hubungan cinta pasti butuh banyak biaya. Bila pria tetap lajang, otomatis uang pria tak perlu terkuras untuk ritual kencan atau pembelian cincin berlian untuk menikah. “Single bagi saya berarti tak ada kewajiban finansial kepada siapapun kecuali diri saya sendiri, ” jelas Hasan, 34 tahun. “Selain ditabung, gaji pun saya investasikan dalam bentuk mobil atau rumah idaman. Pada akhirnya nanti, wanita yang terpilih juga akan menikmati jerih payah ini, bukan?”
4. No Compromise. Tak perlu repot cari jalan tengah. Dalam arti, berkompromi untuk melakukan apa yang sebenarnya pria tak suka. “Pacaran memang seru,” aku Dino, 29 tahun. “Tapi menurut saya, terlalu banyak pengorbanan ‘remeh’ yang harus saya lakukan. Sejak kembali single, saya tak perlu lagi pura-pura senang diajak nonton film chick flick atau keliling mall hanya untuk menunggu pacar melihat-lihatbaju yang belum tentu dibelinya. Sekarang saya bisa lebih sering bertemu teman-teman. Kebebasan seperti ini yang masih ingin saya pertahankan sebelum menyerahkan diri pada seorang wanita.”
Bagaimana? Apakah Anda masih penasaran dengan si dia?